Panduan Lengkap Cara Budidaya Tomat Dataran Rendah – Tinggi

Anaogi.comPanduan lengkap cara budidaya tomat secara lengkap mulai dari proses pembibitan hingga panen melimpah di daerah dataran rendah sampai dataran tinggi. Semua orang sudah pasti mengenal apa itu tomat, namun hanya sedikit yang memahami bagaimana cara menaman dan membudidayakan tanaman tomat dengan baik dan benar. Sejarah Tomat pertama kali dikembangkan di daerah amerika tengah hingga selatan yang mempunyai bentuk identik tinggi hingga 3 meter. Tumbuhan tomat dalam istilah latin dikenal dengan naman Solanum lucopersicum syn.L.

Dari segi nilai produktivitas, tomat adalah tanaman yang mempunyai prospek yang bernilai jual tinggi. Tanaman yang masuk dalam jenis hortikultura ini masuk dalam kebutuhan primer untuk produk konsumsi rumah tangga. Sehingga sangat layak untuk dikembangkan menjadi omset bisnis. Selain digunakan sebagai kebutuhan pangan, tomat mempunyai kandungan gizi yang sangat tinggi sehingga banyak dipakai dalam industri kosmetik untuk perawatan kecantikan hingga produk kesehatan.

Tertarik melakukan budidaya tomat? Mari kita simak Panduan cara budidaya tomat yang benar.

Proses pengolahan tanah

Menanam tomat untuk mendapatkan hasil yang melimpah sudah pasti harus didukung oleh lahan yang memenuhi syarat. Meskipun tomat bisa tumbuh di berbagai jenis lahan, namun perlu penyesuaikan kebutuhan agar mendapatkan hasil panen yang diharapkan. Anda dapat menaman di dataran rendah hingga tinggi. Dari segi tanah yang ditempati, sebaiknya gunakanlah lahan yang mempunyai tingkat pH tanah 5 – 6. Apabila lahan yang anda gunakan mengandung pH yang lebih rendah atau tinggi, Anda dapat menambahkan/menaburkan kapur dolomit yang berfungsi untuk menetralkan tanah. Jumlah yang digunakan dapat disesuaikan dengan kebutuhan lahan.

Pengolahan lahan yang luas (>2000 m2) sebaiknya menggunakan traktor untuk mendapatkan hasil olah tanah yang maksimal. Lahan yang sudah digemburkan selanjutnya dilakukan pembuatan bedengan. Berdasarkan pengalaman, arah bedengan yang baik adalah utara-selatan. hasil pengamatan kami selama melakukan pembudidayaan ini bermanfaat ketika terjadi terpaan angin. Bedengan yang mengarah ke selatan-utara lebih sulit roboh dibandingkan dengan arah bedengan barat timur.

Ukuran bedeng dapat anda sesuaikan berdasarkan panjang lahan yang dimiliki. Namun mengenai lebar, sebaiknya gunakan ukuran 90 – 110 cm. Penting juga untuk memperhatikan jarak bedengan yang satu dengan lainnya. Jangan membuat jarak yang terlalu sempit, sebab kondisi tersebut akan berpengaruh terhadap proses perawatan nantinya. Jarak bedengan yang baik adalah 80 – 120 cm. Selain jarak, tinggi bedeng tanaman tomat sebaiknya tidak kurang dari 15 cm. Bedengan yang tinggi akan memudahkan percabangan akar sehingga proses pertumbuhan tanaman dapat optimal.

bedengan tomat
jenis bedengan yang baik untuk budidaya tomat

Untuk memudahkan pengendalian gulma, pasangkan mulsa plastik pada setiap bedengan. Memang menggunakan alat ini mempunyai kekurangan dari segi biaya yang tinggi. Namun, akan ada banyak keuntungan yang diperoleh seperti: Gulma yang terkendali, kondisi tanah yang selalu lembab, sehingga proses penyiraman tidak menyerap tenaga. Pertumbuhan tanaman juga dapat teratur.

Sangat penting memakai pemupukan dasar menggunakan phonska atau NPK, dan pupuk organik. Untuk luas 1000 m2 dapat menggunakan pupuk sebanyak 5 – 10 kg. Lakukan penutupan pupuk menggunakan tanah dan selanjutnya tutup dengan mulsa plastik dan diamkan selama 3 – 7 hari. Sampai pada tahap ini, lahan sudah siap untuk ditanami tomat.

Pengolahan bibit tanaman tomat

Pada pembahasan kali ini, kami memfokuskan pada panduan budidaya tomat menggunakan bibit hibrida. Bibit ini sudah tersedia dimana-mana dan mempunyai kelebihan yang lebih besar dibandingkan dengan menanam tomat yang diperoleh dari pembibitan langsung dari biji tomat. Proses pembibitan ini lebih dikenal dengan penyemaian bibit tomat

Proses penyemaian

Menumbuhkan bibit tomat sebenarnya sangatlah mudah. Proses penyemaian dapat dilakukan dengan menyediakan polibag kecil. Cara semai dapat dilakukan dengan menaburkan biji tomat ke dalam wadah yang sudah diisi tanah. Cara ini lebih efektif dibandingkan dengan menabur langsung pada setiap polibag. Tutuplah wadah tersebut dengan kain atau penutup lain sampai daun mulai terbentuk. Lakukan penyiraman (sebaiknya menggunakan penyemprotan) setidaknya 2x sehari. Debit penyiraman dapat dikontrol agar tidak terjadi genangan pada media semai. Ketika bibit tomat sudah tumbuh, pindahkan kedalam setiap polibag yang sudah anda sediakan. 1 polibag berisi 1 batang tomat.

Pengolahan media polibag

Tanah yang digunakan untuk media polibag sebaiknya menggunakan tanah yang gembur dan tidak berpasir. Anda dapat mencampur dengan pupuk organik yang diambil dari kotoran hewan. Gunakan perbandingan 4:1:1 (4 tanah, 1 kotoran hewan, 1 sekam bakar). Namun apabila ingin lebih praktis dan hanya menggunakan tanah, sebaiknya gunakanlah tanah yang diperoleh di sekitaran pohon bambu. Tanah jenis ini akan sulit mengeras dan rapat meskipun sering disiram air kelak.

Lihat lebih lanjut: Peluang bisnis usaha tanaman hias

Perawatan bibit tomat

Bibit tomat yang sudah anda pindahkan ke media polibag harus dilakukan perawatan yang intensif. Lokasi penyimpanan bibit juga harus diperhatikan. Sebaiknya tempatkan pada daerah yang dapat disinari sinar matahari pagi secara langsung, namun terhindar dari terik matahari siang dan sore. Sinar matahari pagi sangat dibutuhkan oleh tanaman untuk membantu proses fotosintesis. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore. Jangan mengunakan debit siram yang tinggi, agar tidak terjadi genangan air pada media polibag.

bibit tomat yang baik
Bibit tomat yang sudah siap tanam

Proses tanam tomat di lahan

Bibit tanaman tomat dapat dipindahkan ketika sudah mempunyai jumlah daun setidaknya 6 lembar. Meskipun banyak artikel yang menyarankan untuk menanamnya ketika sudah mempunyai daun 4 lembar, namun pengalaman dari kami lebih efektif apabila tanaman sudah besar. Bibit tomat yang masih kecil akan rawan mati sehinga kami tidak menyarankan untuk itu. Bibit tomat siap dipindahkan ke lahan bedengan ketika umur 25 – 30 hari setelah semai. Bedengan yang sudah ditutup mulsa dilubangi dengan diameter kurang lebih seperti kaleng susu kental manis. Anda dapat menyesuaikan jarak tanam, namun kami menyarankan menggunakan 40 – 50 cm untuk jarak memanjang, dan 60 – 80 cm untuk jarak kesamping. Buatlah 2 lubang paralel pada setiap bedengan.

Perawatan setelah tanam

Tomat yang sudah dipindahkan ke lahan akan membutuhkan perawatan yang jauh lebih dibandingkan ketika proses pembibitan. Sebab pada masa ini, tanaman sudah berada di lahan terbuka sehingga iklim, hama, sinar matahari dan faktor lain dapat mempengaruhinya secara langsung. Lakukan penyiraman setiap pagi dan sore untuk mencegah kematian. Penyiraman rutin 2x sehari ini dapat dilakukan hingga 14 hari setelah tanam (hst). Setelah itu, interval waktu penyiraman dapat dikurangi menjadi 1x dalam 2 hari.

Proses penyulaman

Sembari melakukan penyiraman, perhatikan tanaman yang mati atau yang mempunyai bentuk pertumbuhan yang tidak normal. Apabila anda menemukan hal tersebut, segera ganti dengan bibit yang baru. Oleh karena itu, penting untuk melebihkan jumlah bibit tanaman. Proses penyulaman sebaiknya dilakukan sejak 1 – 15 hari setelah tanam. Hal ini bertujuan agar proses pertumbuhan dapat seragam dan proses panen pun dapat serentak.

Proses Pemupukan

Untuk memaksimalkan pertumbuhan tomat, sangat diwajibkan mengatur pemupukan. Proses pemupukan pertama dapat dilakukan mulai dari 10 hst. Sebaiknya gunakan pemupukan dengan sistem kocor. Jangan menaburkan pupuk secara langsung pada tanaman tomat. Dosis Pemupukan pertama sebaiknya tidak lebih dari 2 kg/1000 pohon. 1 Pohon dapat dikocor dengan dosis 80 – 100 ml campuran air dan pupuk.

Jika kita berbicara jenis pupuk yang digunakan, terdapat banyak artikel yang membahas hal ini. Anda dapat menggunakan jenis pupuk Phonska, NPK, dan Kalsium kombinasi zat lain. Pemupukan dapat anda ulangi setiap 5 – 7 hari dengan menambah 1 kg/1000 pohon. Setelah pertumbuhan tomat masuk di 20 hst, mulailah melakukan penyemprotan pupuk kalsium kombinasi sesuai dosis yang dianjurkan. Pemupukan kalsium bertujuan untuk merangsang pembentukan bunga, mencegah kerontokan bunga, menguatkan daun dan batang, serta membentuk buah yang sempurna. Penyemprotan kalsium dapat anda lakukan setiap 7 hari.

Pengendalian Hama Penyakit

Tanaman tomat sangat mudah terserang penyakit, dan mempunyai penyakit endemik yaitu layu akibat bakteri dan virus. Area pinggir bedengan pun dapat dengan mudah ditumbuhi gulma. Ulat dan lalat daun, serta ulat buah juga menjadi ancaman. Apabila kondisi ini dibiarkan begitu saja, maka produksi buah akan mengalami penurunan bahkan gagal panen pun dapat terjadi. Sehigga perlu dilakukan pengendalian hama dan penyakit pada tomat.

Lihat lebih lanjut: Jenis Penyakit pada tomat dan Cara Pengendalian

Gulma dapat anda kendalikan dengan cara mencabutnya ketika masih awal pertumbuhan gulma, sebab ketika gulma sudah besar, anda akan mengalami kesulitan untuk itu. Pengendalian ulat juga dapat dikontrol dengan menyemprotkan insekstisida. Lakukan penyemprotan sesaat ketika anda menemukan hama ini. Layu bakteri dapat anda kendalikan dengan pencegahan menggunakan bakterisida. Penyemprotan hama dan pencegahan bakteri virus dapat anda ulangi setiap 10 – 15 hari atau sesuai kebutuhan. Umumnya tomat terserang hama dimulai ketika umur 15 hst.

Pemasangan Ajir

Ajir adalah peralatan penting untuk tomat sebab alat ini akan menopang tumbuh tomat agar tidak roboh. Ajir dapat diperoleh dengan menggunakan bambu yang sudah dibelah. Tinggi ajir yang disarankan yaitu 1,5 – 1,8 meter. Pemasangan ajir dilakukan pada setiap tanaman. Sehingga jumlah ajir yang harus disediakan mengikuti jumlah pohon tanaman. Proses pemasangan ajir sebaiknya dimulai di 10 hst.

ajir budidaya tomat
Pemasangan ajir untuk budidaya tomat

Ajir yang sudah dipasang dilakukan pengikatan untuk setiap tomat agar tidak terjadi kerobohan pada tomat. Lakukan proses pengikatan minimal 3x pada setiap tanaman sampai panen. Pengikatan tomat dapat disesuaikan berdasarkan kebutuhan, namun semakin banyak akan semakin kuat. Pemasangan pita memanjang dapat pula digunakan untuk dijadikan pagar pada setiap bedengan. Pagar pita yang kuat minimal terdiri dari 3 tingkat.

Lihat lebih lanjut: Peluang bisnis usaha di desa

Proses pemangkasan daun dan tangkai

Tomat sangat membutuhkan pemangkasan daun dan tangkai untuk meningkatkan proses vegetatif dan degeneratif. Lakukan pemangkasan setiap minggu dengan cara memotong tangkai yang tumbuh pada ketiak daun. Pemangkasan daun dapat pula anda lakukan ketika tomat sudah memasuki usia 25 hst. Jangan melakukan pemangkasan daun yang berlebihan. Atau pemangkasan daun dapat anda mulai ketika tomat sudah mendekati masa panen. Daun tomat yang dipangkas adalah daun yang berada pada bagian bawah buah.

pemangkasan tomat

Proses panen

Tomat yang sudah siap panen akan ditandai dengan buah yang berubah warna dari hijau menjadi merah. Umumnya tomat dipanen di umur 70 hst, namun beberapa jenis tomat dapat dipanen di umur 55 hst. Proses panen dapat berlangsung hingga 15x hingga tanaman mati. Jangan membiarkan buah tomat jatuh karena tidak dipanen, sebab akan mempengaruhi daya tahan pohon. Lakukan pemangkasan daun yang mulai kering agar masa panen bisa berlangsung lebih lama. Tomat hibrida bisa menghasilkan buah 50 – 70 ton/hektar.

Usaha Budidaya tomat memang sangat menggiurkan, Sehinga banyak petani yang tertarik untuk membudiayakan tanaman ini. Kemauan, usaha, kerja keras dan cerdas, serta perawatan yang tepat adalah kunci dari sukses budidaya tanaman tomat. Siapapun dapat melalukannya termasuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*